ghanblr.

kebayang ga sih, klo Rama-Shinta chattingan??

PhD Survival Tips

Just got these tips from my friend  (a doctoral student)


1. Don’t wait for the one big research idea. Try something out. The best ideas evolve out of failed ones. 

2. Eat well, get enough sleep. 

3. The internet doesn’t count as a break. Get away from the desk. 

4. You have a life outside the lab or library. Decide what’s important to you and make time for it 

5. Decide what you’re going to work on before you turn on the computer. 

6. Be interested in other people’s work 

7. Get to know the people who can make things happen. 

8. You’ll probably get most of your results near the end, because you’ll be better at what you do than you used to be. 

9. Hours at the desk don’t count as work. Set targets, achieve them, go home. 

10. Don’t worry about what you don’t know. You just need to be good at what you’re doing. 

11. Downloading papers, printing them, then leaving them on your desk doesn’t count as reviewing the literature. 

12. When you just can’t get going, turn everything off, and think about what needs to be done. 

13. Simplify it all to a to-do list of just one thing 

14. Its much easier to write a chapter once you know how it ends. 

15. If it’s not working, do it differently. 

16. Don’t use perfection as an excuse. A competently finished thesis beats an imaginary perfect one. 

17. Writing your thesis is not the hardest thing you’ll ever do.

It also work for master students as well…

inlovewithjapan:
in the next two months! Let’s go to Ghibli Museum!

inlovewithjapan:

in the next two months! Let’s go to Ghibli Museum!

I (we) know him quite a lot from earthquake lecture in our bachelor study. I just thought that he is an ordinary researcher who spent most of his time in LIPI, and became distinguished by his experience in his field. 
I was wrong about him when I googling some references for my presentation assignment on disaster mitigation. He is awesome. He was in the same college with Dr. Sheldon Cooper!Now we know that we have an Indonesian in a prestigious university in US (one of the best in the world). If he could do it, then why we can’t? 

I (we) know him quite a lot from earthquake lecture in our bachelor study. I just thought that he is an ordinary researcher who spent most of his time in LIPI, and became distinguished by his experience in his field. 

I was wrong about him when I googling some references for my presentation assignment on disaster mitigation. He is awesome. He was in the same college with Dr. Sheldon Cooper!

Now we know that we have an Indonesian in a prestigious university in US (one of the best in the world). If he could do it, then why we can’t? 

Perjalanan rahasia saya menembus kelap-kelip lampu malam di Kampus Hongo :D

Green Event: Belajar Mengelola Sampah Dari “Go Gatsu Sai” Universitas Tokyo

(Original post: http://semangatyanghidup.blogspot.jp/2012/05/green-event-belajar-mengelola-sampah.html)

Go Gatsu Sai (Festival Bulan Lima = Festival Mei = 五月祭) merupakan festival tahunan yang diadakan di Universitas Tokyo (Todai). Isinya seperti perpaduan antara Open House (OH) kampus, festival budaya/pasar seni, dan pameran-pameran. Acara besar ini terbuka untuk umum dan dalam dua hari ini kampus Todai di Hongo dan Yayoi dipenuhi pengunjung yang merupakan civitas akademika Todai dan masayarakat Tokyo. Acara ini boleh dibilang diselenggarakan dengan profesional oleh para mahasiswa undergraduate. Stand-stand dari organisasi mahasiswa internasional, klub-klub, bahkan stand dari pemerintah (pemadam kebakaran) ikut meramaikan acara. Yang menarik di sini adalah pengelolaan sampah yang mereka (panitia) lakukan. Tanggung jawab pengelolaan sampah selama acara berlangsung “didistribusikan” secara proporsional kepada semua peserta.

Simulasi gempa dan kebakaran dari Pemadam Kebakaran Tokyo unit Hongo (daerah tempat kampus Todai berada)

Sebagai contoh, PPI Todai, sebagai salah satu peserta festival yang memiliki satu stand: “Soto Indonesia”, bertanggung jawab menjaga kebersihan dan memastikan pengelolaan sampah di area stand. Termasuk sampah-sampah yang berasal dari pengunjung. Sejak awal kami harus memisahkan sampah menjadi beberapa kategori: plastik, kertas dan bahan-bahan terbakar, hashi(sumpit), dan sampah dapur. Sampah yang ada benar-benar harus dipisahkan berdasarkan kategori tersebut. Saya ulangi lagi: Sampah yang ada benar-benar harus dipisahkan berdasarkan kategori tersebut.

Stand PPI Todai di pagi hari (masih siap-siap sebelum kebanjiran pengunjung :D)

Tibalah saat pengumpulan sampah. Semua peserta wajib mengantarkan sampah yang telah dipisahkan ke pusat penampungan sementara. Di sana panitia akan mengecek tiap kantong sampah, apakah ada bahan yang tercampur atau tidak (misal: apakah ada sumpit yang nyelip di plastik). Pengecekan ini sangat ketat. Tiap kantong sampah yang datang diubek-ubek oleh panitia untuk menemukan benda yang tidak semestinya berada di sana. Kalau ketahuan, si pembawa diwajibkan memisahkan di tempat. Terbayang kan, jika kita mencampur sumpit + mangkuk plastik? Kita harus memisahkannya satu per satu. Kami sendiri mengalami kejadian itu. Kantung sampah untuk kategori plastik yang kami bawa diperiksa oleh salah seorang panitia. Orang yang memeriksa ini pun ternyata merupakan “sumbangan” dari setiap stand yang ada, alias perwakilan yang “wajib” membantu panitia inti. Daaan…akhirnya ditemukan satu buah tusuk gigi dan satu batang sumpitterselip di kantong kami.
Sudah bisa membayangkan sekarang?
Sampah stand kami (yang di kantong plastik loh! Bukan semua objek dalam gambar. hehe).  Ngantri nih buang sampahnya... Pusat penampungan sampah Panitia yang ngecek sampah
Mba-mba yang berhasil menemukan 1 tusuk gigi dan sumpit, selamat Mba!
Pengecekan sampah 1
Pemilahan sampah yang tercampur
Kemudian sampah yang sudah lolos screening ditempatkan di tempat-tempat yang sudah disediakan. Tempat penampungannya sangat luas. Di hari biasa tempat tersebut merupakan halaman depan CO-OP (koperasi/ toko universitas dan bangunan ATM). Kalau di ITB mungkin seperti wilayah di depan koperasi depang kampus atau lapangan CC. Jangan membayangkan tempat penampungan itu seperti TPS=TPS di Indonesia. Sungguh jauh berbeda kondisinya. Beberapa kategori sampah (kertas dan plastik), langsung ditempatkan di bak truk sampah. Jadi nanti, truk tinggal mengambil baknya dan dibawa pergi.
Peta penampungan sampah
Menempatkan sampah yang sudah lolos screening Tempat penampungan sampah. Di hari-hari biasa, tempat ini buat nongkrong :) Bak sampah
Untuk menjaga agar pengelolaan sampah ini tetap menjadi tanggung jawab semua yang terlibat dalam acara, tempat-tempat sampah kampus disegel. Jadi pengunjung hanya bisa menaruh sampah di tempat sampah tiap stand dan stand-stand yang ada bertanggung jawab memilah serta mengantarkan hingga tempat pembuangan.
Ii desune! Bagus kan?
Tempat sampah kampus yang disegel
Saya rasa sistem ini bisa diterapkan di acara-acara kampus yang sering digelar di Indonesia. beberapa acara kampus yang saya tahu pernah menerapkan sistem kontrol seperti bayar uang muka. Dimana peserta yang berkontribusi dalam acara perlu menyerahkan uang deposit kepada panitia sebagai uang jaminan kebersihan. Jika tempatnya nanti kotor setelah acara, maka uang tersebut menjadi uang kompensasi kebersihan. Namun saya rasa cara ini belum cukup. Kalau stand tersebut ternyata “kaya raya” dan merasa ngga worthed membersihkan tumpukan sampah yang begitu banyak, kan lebih baik bayar saja.
Tantangan lainnya datang dari pengunjung. Tanggung jawab pengunjung untuk menjaga kebersihan tidak bisa kita prediksi. Oleh karena itu, jika sistem Go Gatsu Sai diterapkan di acara kampus di Indonesia, sepertinya masih perlu PJ (penanggung jawab) peluit. Pengunjung yang nakal (buang sampah sembarangan) dipeluitin biar malu. Hehehe.
Jika dilihat dari sisi pengelola stand, diperlukan PJ pemilah sampah untuk tiap stand. Seperti kami (PPI Todai), selama acara berlangsung ada PJ sampah yang bertugas memisahkan sampah jika ada pengunjung yang salah menaruh sampah atau kantong sampah sudah penuh sehingga harus dganti. PJ sampah ini benar-benar standby dekat kantung-kantung sampah sepanjang hari (tentunya dibagi per shift jaga). Ibaratnya kami “menjemput bola”, daripada memisahkan sendiri di akhir sebelum dikumpulkan ke panitia atau malah dipilah di tempat penampungan. Dengan demikian, kebersihan tetap terjaga dan semua peserta festival merasa memiliki acara karena ikut bertanggung jawab terhadap kebersihan dari hulu sampai hilir.
Tidak perlu kampanye mahasiswa Teknik Lingkungan untuk bisa mengajarkan rasa tanggung jawab dalam menjaga kebersihan. Karena pada dasarnya setiap manusia cinta kebersihan. Hanya perlu membuat sistem yang adil dimana rasa tanggung jawab itu bisa terdistribusi merata. Tidak dibebankan ke petugas kebersihan atau panitia.
Kebersihan sebagian dari iman :)
How if professor want to talk with his student?

Do you know how if my professor want to talk to his student?

He just types: “WANTED: xxx-san, 4.00 pm, Friday”

and send the email to the whole lab members

9gag:

Then go iron, man.

:))

This is the first of three songs I purchased from iTunes Store. Basically I bought it to help my Japanese listening and vocabulary skill. I choose the ‘easy listening’ one. And here we go…Monkey Magic: Tada Arigatou (It’s Only a Thank You)

Tada arigatou tsutaetakute tada kimi no egao o mitakute
Mou furimukanai yo hitomi no saki e
Ima shiawase o tsutaetakute taisetsu na hito ga dareka tte ne
Arigatou kimi to deaete

Kono subete no oboetakoto sore wa itsumo it’s hard for me
Demo nando mo tsumazuite
Sore demo ima koko ni iru no wa egaite ita kara

Itsuka kitto shinjiteita no sa
Everything we know tsunagaru yo ima

Tada arigatou o tsutaetakute tada kimi no egao o mitakute
Mou furimukanai yo hitomi no saki e
Mada umaku tsutaerarenakute taisetsu na hito ga dareka tte ne
Arigatou kimi to deaete

Mayonaka sora miage not knowing
Furueru obieru yureru not showing
Sono ue dou shiyou mo nai
Fuan de nemurenai
Kasukana koe de sakebunda
“sayounara namida no hibi yo”
Your heart and soul is in it, feel it!
Kinou to chigau asu ni suru yo
Make a brighter day

Moshi zutto soba ni ite kuretara
Everything we know hajimaru yo ima

Sono kimi no afureru egao ga kanashimu o yasashisa ni kaete
Mou furimukanai yo hitomi no saki e
Kono shiawase o tsutaetakute taisetsu na hito ga kimi datte ne
Arigatou kimi to deaete

Te to te o tsunaide yeah Itsuka hanashita yume no tsuzuki o kanaeyou
I’ll be ready

Tada arigatou tsutaetakute tada kimi no egao o mitakute
Mou furimukanai yo hitomi no saki e
Ima shiawase o tsutaetakute taisetsu na hito ga dareka tte ne
Arigatou kimi to deaete

N3 in December? Why not?? \m/